kalimat perintah diakhiri dengan tanda

Kalimat Perintah dan Tanggapannya Pengertian, Jenis, serta Contohnya

Kalimat Perintah dan Tanggapannya Pengertian, Jenis, serta Contohnya

Kalimat merupakan kata atau rangkaian kata yang berdiri sendiri dan memiliki makna yang lengkap. Sebuah kalimat digunakan untuk menyampaikan apa yang menjadi gagasan atau ide seseorang. Dalam bahasa Indonesia, banyak sekali jenis kalimat yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya, seperti kalimat perintah dan tanggapan.

Kalimat Perintah dan Tanggapannya Pengertian, Jenis, serta Contohnya

Kalimat perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna meminta atau memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah digunakan untuk meminta tolong, menyuruh atau melarang seseorang melakukan sesuatu.

Kalimat perintah biasanya diawali dengan partikel -lah atau diawali dengan kata tolong. Kalimat perintah dapat diakhiri dengan tanda seru (!).

Ciri-ciri kalimat perintah

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, berikut ciri-ciri kalimat:

Menggunakan kata kerja taktransitif, biasanya disertai partikel -lah pada predikatnya. Contoh: Belilah meja dan kursi itu!
Didahului kata jangan untuk menyatakan larangan. Seperti: Jangan membuang sampah sembarangan!
Menggunakan kata tolong, coba, dan silakan untuk memberikan kesan halus atau sopan pada kalimat perintah. Contoh: Tolong ambilkan bingkisan di depan rumah!
Jenis-jenis kalimat perintah
Dilansir dari buku Sintaksis (1986) oleh Ramlan, jenis-jenis kalimat perintah seperti:

Kalimat perintah yang sebenarnya
Kalimat perintah yang sebenarnya ditandai dengan pola intonasi suruh. Kalimat perintah jenis ini dapat dijabarkan dengan sebuah verba intransitif.

Misalnya:

  • Beristirahatlah!
  • Carilah buku baru di perpustakaan!
  • Pakailah baju yang rapi!
  • Tolong tulisan surat!

Kalimat Persilahan

Kalimat persilahan ditandai kata silakan atau dipersilakan yang terletak di awal kalimat. Contohnya:

  • Silakan bapak duduk di sebalah kiri!
  • Silakan datang ke rumahku!
  • Dipersilakan berangkat dahulu!
  • Kalimat larangan

Kalimat larangan ditandai dengan pola intonasi suruh dan kata jangan. Seperti:

  • Jangan suka menyakiti orang lain!
  • Jangan makan sambil berdiri!
  • Jangan pergi sendiri di malah hari!

Kalimat ajakan

Kalimat ajakan merupakan kalimat yang mengharapkan tanggapan dari orang yang lain. Selain ditandai dengan pola intonasi suruh, kalimat ajakan juga ditandai dengan kata-kata ajakan, seperti mari, marilah, ayolah, dan ayo. Contoh kalimatnya:

  • Mari belajar di perpustakaan!
  • Ayo duduk di depan!
  • Ayo bermain di lapangan kota!

Contoh kalimat perintah

Contoh-contoh kalimat perintah adalah:

Buanglah sampah di tempatnya!
Tolong, letakkan tasku di atas lemari!
Ajaklah temanmu untuk ikut bersama kita!
Buatlah hiasan dari kulit telur!
Jangan kamu ulangi perbuatan itu lagi

Kalimat tanggapan

Tanggapan adalah jawaban dari suatu kalimat, baik kalimat ajakan, kalimat perintah, ataupun kalimat pujian.

Tanggapan atau jawaban yang diberikan dapat disesuaikan dengan kalimatnya. Tanggapan yang baik harus menggunakan kata-kata yang sopan.

Jenis-jenis kalimat tanggapan
Beberapa kalimat tanggapan, yaitu:

Kalimat tanggapan positif

Jenis kalimat tanggapan ini pada umumnya digunakan untuk menyatakan persetujuan atas respon dari pernyataan atau peristiwa atas topik yang dibahas.

Kalimat tanggapan negatif

Jenis kalimat yang biasanya digunakan untuk menyatakan penolakan atas respon dari pernyataan atau peristiwa atas topik yang dibahas. Kalimat tanggapan negatif harus disampaikan dengan cara yang sopan dan sesuai konteks. Tidak boleh disampaikan ambigu agar kalimat mudah dimengerti.
Contoh kalimat tanggapan
Perhatikan cara murid menanggapi perintah gurunya berikut ini: Ibu Guru:

  • Udin, bersihkan papan tulisnya ya!
  • Udin: Ya Bu, segera saya laksanakan.
  • Ibu Guru: Lani, jangan lupa bersihkan mejamu!
  • Lani: Siap, Bu.
  • Ibu Guru: Dan kamu Siti, bersihkan sampah yang ada di bawah mejamu!
  • Siti: Baik, Bu Guru.

Udin, Lani, dan Siti menanggapi perintah bu guru dengan santun, apalagi jika orang tua kita yang memerintah, kita juga harus menanggapinya dengan santun. Biasakanlah menanggapi perintah siapa pun dengan santun.